Sunday, November 28, 2010

SOCIAL NETWORKING


Social networking.

Social networking dalam bahasa kita dapat diartikan dengan jaringan social atau hubungan social yang bersifat virtual, maksud virtual disini adalah hubungan yang terjadi didalam dunia internet yang biasanya kita dengar dengan sebutan dunia maya.

Social networking mulai terkenal pada tahun 2003 dengan situs yang bernama FRIENDSTER.COM namun belum setenar seperti saat ini, disaat sekarang social networking lebih sering dipakai untuk merfresh pikiran dengan temen teman lama yang telah lama tak jumpa tetapi dapat bertemu dijejaring social ini atau pun hanya menjadi sebuah hiburan semata  untuk melepas jenuh setelah melakukan aktivitas seharian.

Namun dizaman sekarang social networking lebih banyak dipakai untuk membuat sesuatu yang controversial contohnya untuk memberikan dukungan kepada seseorang yang memerlukan dukungan tetapi susah untuk mendapatkannya, dijejaring social untuk membahas suatu masalah yang sedang berlangsung lebih cepat tanggap dari pada di dunia nyatanya.

Contoh kasus yang terangkat lewat suatu jejaring social , ada seorang wanita yang mengeluhkan tentang pelayanan sebuah rumah sakit pada saat dia periksa , wanita tersebut adalah prita mulyasari tentu anda masih mengingatnya ? Ada juga  belakangan ini menjadi sebuah topic yang diperbincangkan yaitu tentang 2 orang wanita yang menyanyikan lagu secara  lipsinc dan membuatnya menjadi sebuah video disalah satu situs video yang terkenal yaitu YOUTUBE.COM dan sejak saat itu kedua wanita tersebut menjadi seorang entertainer dan mendapatkan penghasilan yang lumayan dari hal yang diperbuatnya itu, kedua wanita tersebut adalah sinta dan jojo dan andapun juga tentu masih mengingatnya kan ?.

Banyak juga kejahatan yang dilakukan didalam jejaring social, dan yang paling banyak menjadi korbannya adalah wanita yang diculik karena terlalu fanatic dan percaaya terhadap teman yang baru dikenalnya lewat jejaring social.

Walaupun dinegara ini sudah ada undang undang yang mengatur tentang kejahatan di dunia maya yaitu UU ITE  tetapi dalam pelaksanaannya kurang maksimal karena untuk menjalankan  undang undang ini susah untuk  mengumpulkan bukti bukti dan memberikan bukti bukti itu kepada para penyelidik untuk menguatkan kesalahan para tersangka didalam pengadilan.

Dijejaring social juga dapat ditemukan kebaikan kebaikan yang banyak, itu semua tergantung kepada diri kita sendiri mau memakai jaringan social tersebut untuk apa dan menjadikan jaringan social tersebut menjadi suatu situs yang memberikan hal hal positif untuk diri kita, walaupun banyak hal hal negative yang dapat kita temui juga di dalam jaringan social ini.

Facebook  juga mempunyai banyak efek yang ditimbulkan dalam kehidupan didunia nyata, efek efeknya antara lain :

Efek Psikologis Facebook bagi Kesehatan Mental

Beberapa waktu lalu muncul laporan mengenai tanda-tanda orang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial lainnya, misalnya Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman. Anda juga rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.

Laporan terbaru dari The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental. Hal ini memang bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya situs-situs jejaring sosial, di mana pengguna diiming-imingi untuk dapat menemukan teman-teman lama atau berkomentar mengenai apa yang sedang terjadi pada rekan Anda saat ini.
Suatu hubungan mulai menjadi kering ketika para individunya tak lagi menghadiri social gathering, menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, dan lebih memilih berlama-lama menatap komputer (atau ponsel). Ketika akhirnya berinteraksi dengan rekan-rekan, mereka menjadi gelisah karena “berpisah” dari komputernya.

Si pengguna akhirnya tertarik ke dalam dunia artifisial. Seseorang yang teman-teman utamanya adalah orang asing yang baru ditemui di Facebook atau Friendster akan menemui kesulitan dalam berkomunikasi secara face-to-face. Perilaku ini dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (kepikunan), demikian

menurut Dr Aric Sigman dalam The Biologist, jurnal yang dirilis oleh The Institute of Biology.
Pertemuan secara face-to-face memiliki pengaruh pada tubuh yang tidak terlihat ketika mengirim e-mail. Level hormon seperti oxytocin yang mendorong orang untuk berpelukan atau saling berinteraksi berubah, tergantung dekat atau tidaknya para pengguna. Beberapa gen, termasuk gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan dan respons terhadap stres, beraksi secara berbeda, tergantung pada seberapa sering interaksi sosial yang dilakukan seseorang dengan yang lain.

Menurutnya, media elektronik juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. “Salah satu perubahan yang paling sering dilontarkan dalam kebiasaan sehari-hari penduduk Inggris adalah pengurangan interaksi dengan sesama mereka dalam jumlah menit per hari. Kurang dari dua dekade, jumlah orang yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting menjadi berlipat.”

Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, Anda dapat mengalami cidera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer. Jika pada malam hari Anda masih sibuk mengomentari status teman Anda, Anda juga kekurangan waktu tidur. Kehilangan waktu tidur dalam waktu lama dapat menyebabkan kantuk berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, dan depresi dari sistem kekebalan. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer juga akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.

Tidak heran jika Dr Sigman mengkhawatirkan arah dari masalah ini. “Situs jejaring sosial seharusnya dapat menjadi bumbu dari kehidupan sosial kita, namun yang kami temukan sangat berbeda. Kenyataannya situs-situs tersebut tidak menjadi alat yang dapat meningkatkan kualitas hidup, melainkan alat yang membuat kita salah arah,” tegasnya.
Namun, bila aktivitas Facebook Anda masih sekadar sign in, mengonfirmasi friend requests, lalu sign out, tampaknya Anda tak perlu khawatir bakal terkena risiko kanker, stroke, bahkan menderita pikun.


Kecanduan SMS dan Jejaring Sosial

Tak hanya membuat sakit jempol hingga mata, tapi juga membahayakan kesehatan mental remaja.

Sarana telekomunikasi dan informasi terbukti banyak manfaatnya, tapi tak dimungkiri juga ada efek buruknya. Penggunaan sarana telekomunikasi, seperti telepon seluler dan Internet, yang tak sesuai dengan porsi dan tempatnya terbukti akan menimbulkan bahaya bagi fisik dan psikis.

Penggunaan ponsel sambil menyetir diketahui membahayakan keselamatan jiwa. Menggunakan ponsel pintar bertombol QWERTY dengan berlebihan juga terbukti menguras kemampuan jempol tangan. Akibatnya, lengan hingga leher bisa nyeri.
Efek buruk yang baru kini ditemukan lagi. Survei yang dilakukan Case Western Reserve pada School of Medicine Master of Public Health Program, Ohio, mendapatkan efek buruk ini pada anak remaja.

Survei yang dilakukan pada 4.257 siswa sekolah menengah atas di County Midwestern ini awalnya untuk menilai apakah penggunaan teknologi komunikasi berkaitan dengan perilaku yang buruk bagi kesehatan, termasuk merokok, minum, dan aktivitas seksual.

Menurut Scott Frank, MD, MS, pemimpin penelitian dan Direktur Case Western Reserve pada School of Medicine Master of Public Health Program, mereka yang kecanduan pesan pendek atau jejaring sosial berkaitan dengan perilaku yang buruk bagi kesehatan.

Kecanduan pesan pendek atau disebut hipertexting didefinisikan mengetik pesan pendek lebih dari 120 pesan per hari. Sedangkan kecanduan jejaring sosial atau disebut hipernetworking didefinisikan mereka yang menghabiskan waktu lebih dari tiga jam per hari untuk kegiatan jejaring sosial.

Hasilnya mengejutkan. Sebanyak 19,8 persen remaja itu kecanduan pesan pendek dan 11,5 persen kecanduan jejaring sosial.

Mereka yang hipertexting, 40 persen lebih mungkin mencoba rokok, dua kali lebih rentan minum minuman beralkohol, 41 persen lebih rentan menggunakan obat-obatan terlarang, 55 persen lebih rentan terlibat perkelahian fisik, dan 90 persen lebih dilaporkan memiliki empat atau lebih pasangan seksual.

"Ini mengejutkan. Peringatan bagi orang tua untuk mencegah penggunaan ponsel dengan berlebihan atau situs-situs sosial pada umumnya," kata Frank, seperti dikutip dari laman Sciencedaily.

Mereka yang kecanduan jejaring sosial cenderung mengalami stres, depresi, percobaan bunuh diri, penggunaan narkoba, berkelahi, kurang tidur, prestasi di sekolah buruk, dan hobi menonton televisi.

Perinciannya, 62 persen lebih remaja pecandu jejaring sosial rentan mencoba rokok, 79 persen lebih rentan mencoba minuman beralkohol, 84 persen lebih rentan menggunakan obat-obatan terlarang, 94 persen lebih mungkin terlibat perkelahian fisik, 69 persen lebih mungkin terlibat aktivitas seksual, dan 60 persen lebih mungkin memiliki empat atau lebih pasangan seksual.

Namun Frank tak menjelaskan bagaimana hubungan sebab-akibat itu berlangsung. Apakah kecanduan pesan pendek atau jejaring sosial itu yang menyebabkan remaja memiliki kebiasaan yang membahayakan kesehatan atau justru sebaliknya. I NUR ROCHMI
Mengalihkan Mata Anak dari Layar Ponsel Mengambil komputer atau telepon seluler anak tidak akan menyelesaikan masalah. Perlu keseimbangan yang sehat antara jaringan sosial dan kehidupan sehari-hari. Ada beberapa langkah yang dapat membantu anak menemukan keseimbangan itu.

- Habiskan lebih banyak waktu bersama keluarga

Pecandu jejaring sosial biasa menghabiskan waktunya sendirian di depan komputer atau ponsel. Ajaklah anak menghabiskan waktu bersama keluarga atau mengundang teman-temannya untuk bertamu.

- Beri penghargaan

Buat kesepakatan dengan anak untuk menyelesaikan urusan sekolahnya dulu. Jika urusan sekolahnya kelar, beri dia sedikit waktu untuk mengecek jejaring sosialnya.

- Atur waktu

Biarkan anak Anda 20 menit atau lebih mengakses jejaring sosial. Lalu, matikan komputernya.
- Kesepakatan

Sepakatilah dengan anak Anda. Komputer taruh di ruang tengah yang bisa dipantau. Jika sedang ada acara bersama keluarga, tak ada yang boleh memakai ponsel.

- Jika anak Anda masih mencari cara untuk tetap online, ambil pendekatan yang lebih agresif. 

Misalkan meminta ponselnya atau mencabut jaringan Internet.nur rochmi


Facebook Ciptakan Multiplier Effect

Facebook kini benar-benar mempengaruhi dunia. Sampai-sampai ada beberapa negara melarang atau membatasi penggunaan facebook. Sering kita dengar ada karyawan yang gara-gara demam facebook sampai dipecat dari perusahaannya. Di Indonesia sendiri sampai ada desakan untuk mengharamkan facebook. Di masa kampanye saat ini facebook juga sering dijadikan alat kampanye untuk mengumpulkan dukungan. Juga sebagai alat marketing bagi beberapa perusahaan, mencari pelanggan, dan memperkenalkan produk, terlepas dari tujuan utamanya sebagai situs jejaring sosial, untuk menghubungkan kembali teman-teman lama semasa sekolah atau kuliah sehingga tetap terjalin komunikasi seterusnya.

Di Indonesia khususnya demam facebook sangat mempengaruhi penjualan beberapa produk pendukungnya. Untuk bisa berfacebook ria kita tentunya minimal harus memiliki komputer atau laptop. Kita bisa lihat bagaimana pesatnya permintaan laptop, dan tentu saja ini akan meningkatkan persaingan antar penjual laptop. Kita bisa lihat semakin sering munculnya iklan laptop di media masa, yang berlomba untuk menarik minat pembeli dengan menawarkan harga yang murah.

Penyedia layanan internet juga berlomba-lomba membuat promo untuk pembelian layanan internetnya. Mulai dari pemberian modem internet secara gratis, diskon berlangganan, paket internet unlimited dengan harga murah, sampai adanya internet prabayar dengan budget yang ringan tentunya.

Selain itu facebook juga dapat diakses lewat handphone yang ada koneksi internetnya, baik melalui GPRS maupun 3G. Namun perlu adanya setingan dari handphone dan kartu yang digunakan. Fasilitas internet yang ada pada handphone tampaknya lagi ngetren di kalangan masyarakat kita khususnya para remaja. Vendor handphone juga berlomba-lomba mempromosikan produk handphonenya dengan embel-embel iklan ‘bisa facebook dan YM’. Jadi handphone sudah diseting sedemikian rupa agar pemakai bisa langsung berfacebook ria, tanpa perlu melakukan setingan yang rumit.

Bahkan kini mulai terdengar ada kursus membuat facebook, kursus chatting menggunakan Yahoo Messenger. Facebook terbukti benar-benar mempengaruhi perekonomian sebagian besar negara di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Penjual laptop, provider internet, penjual handphone dan pulsa meraup untung dengan adanya demam facebook ini. Tentu masih banyak vendor lain yang kecipratan rejeki dari adanya facebook. Ada yang tau ?


kesimpulan :

janganlah kita menjadi orang yang kecanduan terhadap yang namanya jejaring social , karena banyak juga efek buruk yang dapat merusak tubuh kita kalau kita terlalu berlebihan dalam menggunakan jejaring social ini, tapi dalam hal ini kita juga dapat memeanfaatkan jejaring social dengan baik dan menggunakan semua manfaat positif yang diberikan oleh jejaring social itu sendiri.

Nah , semua kembali lagi kepada diri kita apakah kita ingin diperbudak oleh yang namanya jejaring social atau kita ingin menjadi orang yang dapat memanfaatkan jejaring social dengan maksimal dan bermanfaat bagi diri kita ?

Apabila ada yang kurang ataupun salah di mata pembaca silahkan tulis aja di koment, saya akan merubahnya apabila ada sesuatu yang salah.

Terimakasih.

No comments:

Post a Comment