Tuesday, January 24, 2012

Empat Langkah Perbaikan Untuk CEO Baru RIM

VIVAnews - Produsen BlackBerry, Research in Motion, melakukan perombakan eksekutif setelah pendirinya, Mike Lazaridis dan Jim Balsillie mengundurkan diri akibat tekanan investor. Posisi CEO RIM kemudian diserahkan kepada Thorsten Heins, mantan Chief Operating Officer RIM.
Beberapa pihak menilai, langkah RIM terlambat untuk menyaingi pesaingnya, yaitu Apple dan Google. RIM dinilai sebaiknya mulai menyusun langkah seperti Nokia dan Microsoft yang memulai kerjasamanya, dengan memasarkan smartphone berbasis Windows Phone.

RIM di bawah kepemimpinan Heins diperkirakan akan mengandalkan BlackBerry 10, yang merupakan smartphone pertama berbasis sistem operasi QNX untuk memulai kebangkitannya. Namun, RIM juga dikatakan memiliki sejumlah langkah lain.

Mengutip laman teknologi Mashable, berikut empat langkah RIM yang bisa dilakukan Heins:

1. Fokus


Di masa jayanya, RIM sukses memasarkan BlackBerry karena menjadi platform yang disukai pelanggan bisnis. BlackBerry dengan keyboard Qwerty dan BlackBerry Messenger berhasil memposisikan diri sebagai perangkat yang bermanfaat dan populer.

Tapi kemudian RIM meluncurkan tablet PlayBook, tanpa layanan email dan BBM, seperti halnya di smartphone. Dengan memposisikan diri tablet ini untuk bermain atau "play", RIM dianggap tidak fokus menggarap pasar yang ada.

Karena itu RIM diminta untuk tidak tergoda menjadi "alat bermain", walau tetap harus fokus ke pasar yang lebih muda. RIM diharapkan tetap fokus dengan kekuatan terbaiknya: layanan data dan perangkat untuk bisnis.

2. Perbaiki PlayBook 

RIM masih belum terlambat melakukan perbaikan di tablet, saat meluncurkan PlayBook 2. Saat Amazon meluncurkan Kindle Fire, persaingan di pasar tablet memang semakin berat. Tapi RIM disarankan tidak terpancing membuat tablet yang sekedar menampilkan harga murah.

RIM harus bisa membuat tablet yang bermanfaat untuk bisnis. PlayBook versi terbaru juga harus memiliki diferensiasi, misalnya dengan memasang perangkat Near Field Communication (NFC), misalnya yang bisa digunakan untuk sistem pembayaran mobile (mobile payment).

3. Kembangkan Apps


Memang tugas berat untuk membuat para pengembang tertarik dengan BlackBerry 10. Tapi RIM diminta untuk melakukan investasi yang memikat para pengembang, seperti bagi hasil yang lebih besar.

Selama ini, setidaknya sistem pembagian antara pengembang dengan pembuat sistem operasi adalah 70/30. RIM pun disarankan untuk memberikan bagi hasil yang lebih besar, seperti 80/20 atau 100/0 dalam jangka waktu tertentu (misalnya 10.000 unduhan pertama).

4. Tak Terburu-buru


Selama ini, RIM dinilai melakukan kesalahan terbesar dengan meluncurkan produk sebelum benar-benar siap diluncurkan. Hal paling jelas terlihat pada PlayBook.

RIM memang dikritik karena lambat meluncurkan BlackBerry 10, yang diumumkan akan diluncurkan pada akhir 2012. Tapi Heins diminta tidak terburu-buru meluncurkan BlackBerry 10 sebelum benar-benar siap. (eh)
• VIVAnews

No comments:

Post a Comment